It's almost 4pm, sore yang tenang dan hanya menyisa suara rintik hujan dan seseorang yang sendirian duduk di teras taman belakang.
Langit tidak terlalu gelap sehingga hujan sore ini sangat enak untuk dinikmati. Menyandarkan kaki dan sesekali bercengkrama dengan gadget sembari menulis. Akan semakin sempurna bila ditemani dengan segelas teh atau mungkin teman minum teh.
And there's some things which caught in my mind... tentang apa yang dilakukan orang orang di luar sana di sore yang basah ini, tentang musim yang telah berganti pun juga tak tentu.
Terkadang mengeluh sepanjang hari atas panas yang sangat mencekik, terkadang mengkhawatirkan dingin yang menusuk tulang.
Ingatlah setelah hari yang panas penuh peluh itu, akan datang hujan yang menyegarkan dan membawa semilir angin agar semakin sejuk.
Ingatlah juga setelah hari yang basah, gelap dan dingin, akan datang mentari pagi yang menghangatkan dan membuat dunia lebih terang.
Kedengarannya klise tapi hidup teruslah berputar and things will always change. Sesuatu tidak akan selamanya seperti itu. Kesedihan tidak akan selamanya menjadi kesedihan dan kesenangan tidak akan selamanya menjadi kesenangan.
Dan terlepas dari itu semua, selalu ada rumah. Rumah, tempat nyaman yang menjadi tujuan untuk pulang kembali, juga berlindung dari panas dinginnya dunia dan beristirahat pun bercengkrama dengan segala isinya. Selalu ada rumah dalam setiap hati kita yaitu hati seseorang tempat kita kembali setelah melewati hari, bersandar melepas lelah sembari berbagi kesenangan atau kesedihan yg tertuang dalam cerita.
Tetapi kita juga tidak boleh lupa akan hakikat kita sebagai manusia yang mempunyai Tuhan yg Maha Segalanya. Tetap Tuhan lah yang bisa memberikan ketenangan yang paling tenang dan petunjuk dari segala petunjuk di dunia.
Selamat senja!
Audi,
Gadis yg duduk ditepi teras belakang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar