Kepada waktu,
Janganlah cepat berlalu, aku ingin tinggal dan menikmati saat saat ini, merasakan lebih lama yang sedang aku rasakan.
Kepada waktu,
Cepatlah berlalu, aku ingin segera melewati masa masa ini, melalui ini semua dengan cepat dan menuju masa depan.
See, mungkin saat ini, secara bersamaan ada 2 manusia yang punya pengharapan berbeda terhadap waktu seperti 2 jenis doa diatas. Kadang kita berharap agar waktu tidak pergi terlalu cepat, tetapi kadang juga berharap waktu bisa cepat berlalu. Ya, Manusia. Kita pasti tidak ingin melepaskan hal hal yang menyenangkan dalam hidup kita, sekalipun momen momen kecil saat tertawa girang dengan sahabat maupun waktu yang dihabiskan dengan pasangan. Iya kan? :)) *dilemparsandalamayangjomblo* hehehe biar nggak serius serius amat.
Pernah kan kalian ngomong ama temen kalian waktu pulang hang out
"yaah uda sore, ngga terasa ya uda hampir seharian hang out padahal masih pengen jalan jalan lho guys"
Or like this.. "aaaa masih kangen :( " -padahal semalem baru ketemu pacar (._.")
*disepak lagi ama yang jomblo* hahaha ya begitulah, karena pada dasarnya manusia tidak pernah merasa puas sehingga mereka selalu merasa kurang, tak terkecuali urusan waktu; selalu merasa kurang. Oh apalagi bagi yang sedang jatuh cinta, bahkan waktu sejam juga kayak 1 menit.
Di dunia ini nggak ada yang abadi, there's no everlasting happiness. When the problem comes, everything seems getting worse, turn to sad and weep. Sering kali kita ingin melepaskan itu semua sembari meminta harap waktu agar cepat membawa kita pergi jauh jauh meninggalkan hal itu bahkan melupakannya. But wait, tidak selalu karena sesuatu yang buruk kita berharap agar waktu cepat berlalu. Simply, ketika masih kecil kalian pasti pernah berharap agar cepat tumbuh dewasa menjadi seorang dokter, pilot, polisi dan apapun keinginan kalian di masa depan.
Well, kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi satu jam kemudian, nanti malam, bahkan hari esok. Hari ini mungkin aku menyalahkan waktu karena pergi terlalu cepat dan esoknya mungkin mengharap agar waktu bisa berlalu lebih cepat. Whoaah. That's life dan begitu rumitnya kehidupan manusia.
Terkadang waktu pergi terlalu cepat, seperti indahnya senja yang tak lama kemudian tenggelam dalam gelap dan seperti terangnya fajar yang datangnya semakin menyilaukan jendela kamar di pagi hari. Terkadang waktu dirasa lambat agar kita bisa duduk sejenak melihat sekitar, menghayati dan memaknainya. Disitulah ada suatu proses yang nantinya kamu sadari bahwa ada yang sangat berarti. Waktu akan mengajarkan segalanya, menghapus perlahan yang telah lalu, membiasakan kita dengan yang baru. Layaknya sebuah sungai, yang sudah dilewati tidak akan dilewati lagi.
Time is like a river, what has passed will never pass again.
So, cherish every moment in your life!
Audi,
Gadis yang saat ini berharap waktu cepat berlalu.
Hey, Audi!
14 Maret 2014
11 Maret 2014
Senja yang deras
Sore itu ditutup dengan suara hujan berjatuhan ke bumi, seketika itu pula hujan menjatuhkan rasa khawatir di dada. Segera ku tengok lagi chat room line nya yang mana pesan terakhirku belum juga dibaca olehnya, seseorang yang tengah ku nantikan kabarnya pun kurindu. Kabar terakhir dia belum pulih benar dari sakitnya walaupun dia selalu membenarkan diri kalau dia sudah baik baik saja.
"Kamu itu emang bandel, nggak sabaran lagi", gumanku sebal. Aku berjalan ke taman belakang rumah, langit sore kali ini berbeda karena menyisakan berkas cahaya jingga nan indah ditengah derasnya hujan. Ntahlah, aku membiarkan diriku sejenak menghirup udara senja dan menikmati langitnya yang jingga pun indah, menjulurkan tanganku keluar untuk merasakan sentuhan rintik hujan dari Sang Pencipta.
Walaupun tak tampak, matahari dibalik awan mendung akan segera menenggelamkan dirinya, membenamkan hiruk pikuk dunia, juga membenamkan segala sisa kenangan. Perlahan langit menggelap dan semakin gelap, senja pun berganti malam. Tetapi hujan tetap saja mengguyur, jatuh bersama segala rindu tentang malam yang sama tepat minggu lalu dibalik besi pagar yang sudah terkunci, kamipun saling berpandangan dan berbicara tak lebih dari 5 menit. Diakhir pertemuan singkat itu aku masih ingat jelas sentuhan jemari tangannya hingga kemudian dia pamit pulang.
Begitulah senja yg deras ini, sederas rindu di hati.
Written on February, 2nd 2014
"Kamu itu emang bandel, nggak sabaran lagi", gumanku sebal. Aku berjalan ke taman belakang rumah, langit sore kali ini berbeda karena menyisakan berkas cahaya jingga nan indah ditengah derasnya hujan. Ntahlah, aku membiarkan diriku sejenak menghirup udara senja dan menikmati langitnya yang jingga pun indah, menjulurkan tanganku keluar untuk merasakan sentuhan rintik hujan dari Sang Pencipta.
Walaupun tak tampak, matahari dibalik awan mendung akan segera menenggelamkan dirinya, membenamkan hiruk pikuk dunia, juga membenamkan segala sisa kenangan. Perlahan langit menggelap dan semakin gelap, senja pun berganti malam. Tetapi hujan tetap saja mengguyur, jatuh bersama segala rindu tentang malam yang sama tepat minggu lalu dibalik besi pagar yang sudah terkunci, kamipun saling berpandangan dan berbicara tak lebih dari 5 menit. Diakhir pertemuan singkat itu aku masih ingat jelas sentuhan jemari tangannya hingga kemudian dia pamit pulang.
Begitulah senja yg deras ini, sederas rindu di hati.
Written on February, 2nd 2014
30 Januari 2014
Tentang saya
Tentang saya yang bisa menangis di depan tv ketika menonton komedi show dengan adegan yang lucu.
Tentang saya yang menangis ketika suasana hati sedang tidak baik.
Tentang saya yang mencoba menahan perasaan ini.
Tentang saya yang aneh karena 2hari lalu baru berjumpa dengannya.
Tentang saya yang baru saja membalas chat singkatnya.
Tentang saya yang menulis untuk membuat suatu pelarian ketimbang harus terlihat galau di timeline twitter.
Tentang saya yang merasa dengan menulis saya bisa merasa lebih baik.
Dan tentang saya yang merindukan seseorang.
Tentang saya yang menangis ketika suasana hati sedang tidak baik.
Tentang saya yang mencoba menahan perasaan ini.
Tentang saya yang aneh karena 2hari lalu baru berjumpa dengannya.
Tentang saya yang baru saja membalas chat singkatnya.
Tentang saya yang menulis untuk membuat suatu pelarian ketimbang harus terlihat galau di timeline twitter.
Tentang saya yang merasa dengan menulis saya bisa merasa lebih baik.
Dan tentang saya yang merindukan seseorang.
6 November 2013
Don't run!
Pernahkah kau ingin berlari, berlari jauh pergi meninggalkan
sesuatu yang selama ini membuatmu berat?
Iya. Kita benar berlari meningalkan tempat itu, tetapi kita
berlari dengan membawa beban.
Awalnya tak terasa tapi semakin kamu jauh berlari, beban itu
terasa makin berat karena energimu perlahan habis untuk lari dan memikul beban
itu.
Dan akhirnya kamu berhenti karena sudah terlalu lelah.
Bawa pulang kembali beban itu ke tempat sebelumnya, carilah wadah
untuk meletakkan beban itu agar tersimpan baik meskipun untuk mencari wadah itu
kamu harus melalui hal yang sulit dan waktu yang tak singkat. Serta panjatkan doa agar semua dipermudah.
Fix your problem, don't run.
Audi
5 November 2013
I wish that hand,
...his sincere hand was feeding a cute white dove,
the hand which never tired to hold mine, sincerely.
Honestly, that picture looks so usual, nothing special, just a pic of dove which fed on someone's hand, that hand is open widely and let the dove hanging on for having some food. I took it randomly at that time but i see that it means something to me. About the hand which ever asked me belong to you for the first time, the hand which will covered with mine perfectly, walk together through the time, make me feel safe, warm and care whenever hardness comes. I wish that hand, the place i put my wishes :)
22 Oktober 2013
Ada yang lebih melegakan?
Seperti biasa malam ini sendiri bertemankan dingin, musik instrumen dan
duduk di meja menatap layar laptop. Dengan segala kegundahan yang semakin
menggunung, perasaan yang berkecamuk tapi akupun tidak tau apa yang
sebenarnya terjadi di hati ini. Suara biola dari lagu instrumentalia yang sedang aku dengarkan
serasa begitu mengiris hati.
Uda kayak lagu lama aja sih “ngga tau kenapa”, selalu jawabannya gitu. Hey girls, kamu pasti pernah kan, saat saat dimana hati kamu serasa lebih berat daripada 100 kantung beras? serasa penuh dan ngga tau harus gimana? marah sedih dan harus ngadu ke siapa?. Dan sialnya lagi kamupun nggak tau kenapa. Iya aku tidak tau apa yang membuatku seperti ini Mungkin
seperti itulah penggambarannya. Ntahlah, aku hanya ingin menjatuhkan air mata yang tertahan di mata.
Cengeng? Iya emang. Tapi hanya itulah yang bisa aku lakukan, aku tau menangis
tidaklah akan membuat semuanya lebih baik, tapi satu yang perlu diingat adalah
ada rasa dimana hati ini menjadi lebih ringan setelahnya. Masalah mungkin tidak selesai, hanya
seakaan akan unsurnya berangsur hilang, seakan akan sih. Karena dibalik tangis
yang disembunyikan disitulah aku memperoleh kekuatan, disitulah aku mencoba
mengikhlaskan semua.
Tapi ada lagi yang lebih melegakan selain menangis? Itulah hal yang detik ini sedang aku lakukan,
saat kata hati diterjemahkan oleh jemari tangan dan membiarkannya bergerak
mengikuti suatu alur yang mengalir hingga ada sesuatu yang terungkapkan tanpa
harus berbicara, tapi berkata kata di layar. Seakan akan berbicara tapi
medialah yang menjadi komunikan, mungkin terlihat seperti bercerita pada diri
sendiri, hingga menemukan kenyamanan tersendiri, hingga diri ini yang bisa
menenangkan aku sendiri. Akan selalu ada emosi yang terlepaskan dikala menuangkannya
walaupun tidak dengan lisan yang bicara.
Melegakan hati. Senggak penting pentingnya orang lain
berkata atau menanggapi kebodohan apa yang sedang aku lakukan. Tapi dengan cara
seperti inilah aku bisa melepaskannya, melepaskan perlahan beban di hati tanpa
harus terlihat lemah dengan menangis, ya walaupun terkadang air mata bisa
begitu lepasnya jatuh disaat aku menulis ini semua. Karena tidak semua orang
bisa mengungkapkan dengan mudah hal yang sedang ia rasakan. Setiap orang pun
punya cara cara tersendiri dalam mengungkapkan hal apa yang sedang dia rasakan,
dan aku termasuk orang yang suka menuangkannya dengan bercerita, aku suka
bercerita pada sahabat sahabatku, sekecil dan senggak penting hal itu bahkan hanya
bertemu kucing di jalan pun bisa aku ceritakan. Tapi kadang ada hal hal yang
tidak bisa kita ceritakan atau keadaan yang tak lagi bisa membuat kita mudah
melakukannya. Juga karena di komunikasi verbal yang selalu kita lakukan tidak
semuanya diungkapkan dengan lisan tapi ada kalanya diungkapkan dengan non
lisan;tulisan. Jadi itulah sebabnya aku sering menuliskan ini, menuliskan
apapun yang terjadi di hari itu, ntah senang ataupun sedih. And this blog will be my diary, my life diary :)
Sometimes writing is fun,
I just love how I can write the heart words.
Audi
19 Oktober 2013
Hujan di sore hari...
It's almost 4pm, sore yang tenang dan hanya menyisa suara rintik hujan dan seseorang yang sendirian duduk di teras taman belakang.
Langit tidak terlalu gelap sehingga hujan sore ini sangat enak untuk dinikmati. Menyandarkan kaki dan sesekali bercengkrama dengan gadget sembari menulis. Akan semakin sempurna bila ditemani dengan segelas teh atau mungkin teman minum teh.
And there's some things which caught in my mind... tentang apa yang dilakukan orang orang di luar sana di sore yang basah ini, tentang musim yang telah berganti pun juga tak tentu. Terkadang mengeluh sepanjang hari atas panas yang sangat mencekik, terkadang mengkhawatirkan dingin yang menusuk tulang.
Ingatlah setelah hari yang panas penuh peluh itu, akan datang hujan yang menyegarkan dan membawa semilir angin agar semakin sejuk.
Ingatlah juga setelah hari yang basah, gelap dan dingin, akan datang mentari pagi yang menghangatkan dan membuat dunia lebih terang.
Kedengarannya klise tapi hidup teruslah berputar and things will always change. Sesuatu tidak akan selamanya seperti itu. Kesedihan tidak akan selamanya menjadi kesedihan dan kesenangan tidak akan selamanya menjadi kesenangan.
Dan terlepas dari itu semua, selalu ada rumah. Rumah, tempat nyaman yang menjadi tujuan untuk pulang kembali, juga berlindung dari panas dinginnya dunia dan beristirahat pun bercengkrama dengan segala isinya. Selalu ada rumah dalam setiap hati kita yaitu hati seseorang tempat kita kembali setelah melewati hari, bersandar melepas lelah sembari berbagi kesenangan atau kesedihan yg tertuang dalam cerita.
Tetapi kita juga tidak boleh lupa akan hakikat kita sebagai manusia yang mempunyai Tuhan yg Maha Segalanya. Tetap Tuhan lah yang bisa memberikan ketenangan yang paling tenang dan petunjuk dari segala petunjuk di dunia.
Selamat senja!
Audi,
Gadis yg duduk ditepi teras belakang.
And there's some things which caught in my mind... tentang apa yang dilakukan orang orang di luar sana di sore yang basah ini, tentang musim yang telah berganti pun juga tak tentu. Terkadang mengeluh sepanjang hari atas panas yang sangat mencekik, terkadang mengkhawatirkan dingin yang menusuk tulang.
Ingatlah setelah hari yang panas penuh peluh itu, akan datang hujan yang menyegarkan dan membawa semilir angin agar semakin sejuk.
Ingatlah juga setelah hari yang basah, gelap dan dingin, akan datang mentari pagi yang menghangatkan dan membuat dunia lebih terang.
Kedengarannya klise tapi hidup teruslah berputar and things will always change. Sesuatu tidak akan selamanya seperti itu. Kesedihan tidak akan selamanya menjadi kesedihan dan kesenangan tidak akan selamanya menjadi kesenangan.
Dan terlepas dari itu semua, selalu ada rumah. Rumah, tempat nyaman yang menjadi tujuan untuk pulang kembali, juga berlindung dari panas dinginnya dunia dan beristirahat pun bercengkrama dengan segala isinya. Selalu ada rumah dalam setiap hati kita yaitu hati seseorang tempat kita kembali setelah melewati hari, bersandar melepas lelah sembari berbagi kesenangan atau kesedihan yg tertuang dalam cerita.
Tetapi kita juga tidak boleh lupa akan hakikat kita sebagai manusia yang mempunyai Tuhan yg Maha Segalanya. Tetap Tuhan lah yang bisa memberikan ketenangan yang paling tenang dan petunjuk dari segala petunjuk di dunia.
Selamat senja!
Audi,
Gadis yg duduk ditepi teras belakang.
Langganan:
Postingan (Atom)
