6 November 2013

Don't run!


Pernahkah kau ingin berlari, berlari jauh pergi meninggalkan sesuatu yang selama ini membuatmu berat?
Iya. Kita benar berlari meningalkan tempat itu, tetapi kita berlari dengan membawa beban.
Awalnya tak terasa tapi semakin kamu jauh berlari, beban itu terasa makin berat karena energimu perlahan habis untuk lari dan memikul beban itu.
Dan akhirnya kamu berhenti karena sudah terlalu lelah.
Bawa pulang kembali beban itu ke tempat sebelumnya, carilah wadah untuk meletakkan beban itu agar tersimpan baik meskipun untuk mencari wadah itu kamu harus melalui hal yang sulit dan waktu yang tak singkat. Serta panjatkan doa agar semua dipermudah.




Fix your problem, don't run.
Audi

5 November 2013

I wish that hand,


                    ...his sincere hand was feeding a cute white dove,
                    the hand which never tired to hold mine, sincerely.


Honestly, that picture looks so usual, nothing special, just a pic of dove which fed on someone's hand, that hand is open widely and let the dove hanging on for having some food. I took it randomly at that time but i see that it means something to me. About the hand which ever asked me belong to you for the first time, the hand which will covered with mine perfectly, walk together through the time, make me feel safe, warm and care whenever hardness comes. I wish that hand, the place i put my wishes :)

22 Oktober 2013

Ada yang lebih melegakan?


Seperti biasa malam ini sendiri bertemankan dingin, musik instrumen dan duduk di meja menatap layar laptop. Dengan segala kegundahan yang semakin menggunung, perasaan yang berkecamuk tapi akupun tidak tau apa yang sebenarnya terjadi di hati ini. Suara biola dari lagu instrumentalia yang sedang aku dengarkan serasa begitu mengiris hati. Uda kayak lagu lama aja sih “ngga tau kenapa”, selalu jawabannya gitu. Hey girls, kamu pasti pernah kan, saat saat dimana hati kamu serasa lebih berat daripada 100 kantung beras? serasa penuh dan ngga tau harus gimana? marah sedih dan harus ngadu ke siapa?. Dan sialnya lagi kamupun nggak tau kenapa. Iya aku tidak tau apa yang membuatku seperti ini Mungkin seperti itulah penggambarannya. Ntahlah, aku hanya ingin menjatuhkan air mata yang tertahan di mata. Cengeng? Iya emang. Tapi hanya itulah yang bisa aku lakukan, aku tau menangis tidaklah akan membuat semuanya lebih baik, tapi satu yang perlu diingat adalah ada rasa dimana hati ini menjadi lebih ringan setelahnya. Masalah mungkin tidak selesai, hanya seakaan akan unsurnya berangsur hilang, seakan akan sih. Karena dibalik tangis yang disembunyikan disitulah aku memperoleh kekuatan, disitulah aku mencoba mengikhlaskan semua. 
Tapi ada lagi yang lebih melegakan selain menangis? Itulah hal yang detik ini sedang aku lakukan, saat kata hati diterjemahkan oleh jemari tangan dan membiarkannya bergerak mengikuti suatu alur yang mengalir hingga ada sesuatu yang terungkapkan tanpa harus berbicara, tapi berkata kata di layar. Seakan akan berbicara tapi medialah yang menjadi komunikan, mungkin terlihat seperti bercerita pada diri sendiri, hingga menemukan kenyamanan tersendiri, hingga diri ini yang bisa menenangkan aku sendiri. Akan selalu ada emosi yang terlepaskan dikala menuangkannya walaupun tidak dengan lisan yang bicara
Melegakan hati. Senggak penting pentingnya orang lain berkata atau menanggapi kebodohan apa yang sedang aku lakukan. Tapi dengan cara seperti inilah aku bisa melepaskannya, melepaskan perlahan beban di hati tanpa harus terlihat lemah dengan menangis, ya walaupun terkadang air mata bisa begitu lepasnya jatuh disaat aku menulis ini semua. Karena tidak semua orang bisa mengungkapkan dengan mudah hal yang sedang ia rasakan. Setiap orang pun punya cara cara tersendiri dalam mengungkapkan hal apa yang sedang dia rasakan, dan aku termasuk orang yang suka menuangkannya dengan bercerita, aku suka bercerita pada sahabat sahabatku, sekecil dan senggak penting hal itu bahkan hanya bertemu kucing di jalan pun bisa aku ceritakan. Tapi kadang ada hal hal yang tidak bisa kita ceritakan atau keadaan yang tak lagi bisa membuat kita mudah melakukannya. Juga karena di komunikasi verbal yang selalu kita lakukan tidak semuanya diungkapkan dengan lisan tapi ada kalanya diungkapkan dengan non lisan;tulisan. Jadi itulah sebabnya aku sering menuliskan ini, menuliskan apapun yang terjadi di hari itu, ntah senang ataupun sedih. And this blog will be my diary, my life diary :)






Sometimes writing is fun,
I just love how I can write the heart words.
Audi

19 Oktober 2013

Hujan di sore hari...

It's almost 4pm, sore yang tenang dan hanya menyisa suara rintik hujan dan seseorang yang sendirian duduk di teras taman belakang. Langit tidak terlalu gelap sehingga hujan sore ini sangat enak untuk dinikmati. Menyandarkan kaki dan sesekali bercengkrama dengan gadget sembari menulis. Akan semakin sempurna bila ditemani dengan segelas teh atau mungkin teman minum teh.
And there's some things which caught in my mind... tentang apa yang dilakukan orang orang di luar sana di sore yang basah ini, tentang musim yang telah berganti pun juga tak tentu. Terkadang mengeluh sepanjang hari atas panas yang sangat mencekik, terkadang mengkhawatirkan dingin yang menusuk tulang.
Ingatlah setelah hari yang panas penuh peluh itu, akan datang hujan yang menyegarkan dan membawa semilir angin agar semakin sejuk.
Ingatlah juga setelah hari yang basah, gelap dan dingin, akan datang mentari pagi yang menghangatkan dan membuat dunia lebih terang.
Kedengarannya klise tapi hidup teruslah berputar and things will always change. Sesuatu tidak akan selamanya seperti itu. Kesedihan tidak akan selamanya menjadi kesedihan dan kesenangan tidak akan selamanya menjadi kesenangan.

Dan terlepas dari itu semua, selalu ada rumah. Rumah, tempat nyaman yang menjadi tujuan untuk pulang kembali, juga berlindung dari panas dinginnya dunia dan beristirahat pun bercengkrama dengan segala isinya. Selalu ada rumah dalam setiap hati kita yaitu hati seseorang tempat kita kembali setelah melewati hari, bersandar melepas lelah sembari berbagi kesenangan atau kesedihan yg tertuang dalam cerita.
Tetapi kita juga tidak boleh lupa akan hakikat kita sebagai manusia yang mempunyai Tuhan yg Maha Segalanya. Tetap Tuhan lah yang bisa memberikan ketenangan yang paling tenang dan petunjuk dari segala petunjuk di dunia.
Selamat senja!





Audi,
Gadis yg duduk ditepi teras belakang.